JAKARTA – Setelah merampungkan konser sesi pertama pada 7 Desember lalu, sesi kedua untuk gerakan “100 Musisi Heal Sumatra” akan digelar di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan pada Selasa, 16 Desember besok.
Serupa dengan sesi sebelumnya, puluhan penyanyi hingga band dipastikan hadir untuk tampil dalam konser yang ditujukan untuk menggalang dana bagi korban banjir dan longsor di Sumatra ini.
Grup AS yang beranggotakan gadis-gadis Indonesia, no na, juga akan hadir sebagai salah satu penampil dalam konser amal ini.
Selain no na, konser kedua juga akan menampilkan nama-nama besar seperti Afgan, Cakra Khan, Candra Darusman, Shelomita, D’Masiv, David Bayu, Ernie Djohan, Fadly ‘PADI’, GIGI, Giring, Hedi Yunus, dan Juicy Luicy.
Selain itu, masih ada Katon Bagaskara, King Nassar, Mario Ginanjar, Once & Fajar ‘Godbless’, RAN, Rossa, Ruth Sahanaya, Tantowi Yahya, Titi DJ, Vina Panduwinata, Wijaya 80, Yuni Shara, dan puluhan musisi lintas generasi lainnya.
Adapun total donasi yang berhasil dihimpun per 12 Desember telah mencapai Rp15,465,828,292—mencerminkan kuatnya empati masyarakat terhadap para penyintas.
Donasi ini disalurkan melalui berbagai jalur, termasuk konser amal, kontribusi komunitas, serta dukungan langsung dari publik dan institusi. Dukungan juga datang dari berbagai tokoh dan individu, termasuk Akbar & Nina Tanjung, Bambang Susatyo, Eddy Soeparno, Doni Oskaria, Fadli Zon, Giring Ganesha, Pahala Mansury, Sofyan Djalil, Sufmi Dasco Ahmad, Surya Paloh, dan Teuku Riefky Harsya.

Tompi mewakili para musisi sekaligus penggagas 100 Musisi Heal Sumatra menyampaikan, selain menggalang dana, pihaknya saat ini tengah fokus pada penyaluran dana agar terdistribusi dengan baik
“Prioritas kami adalah memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran. Musik adalah medium yang kami gunakan untuk menggerakkan solidaritas, tetapi inti gerakannya tetap kemanusiaan. Selama masyarakat Sumatra masih membutuhkan, kami akan terus hadir,” kata Tompi melalui siaran pers yang diterima VOI, Senin, 15 Desember.
Sementara Kadri Mohamad, sebagai salah satu penggagas gerakan bersama Tompi dan Irma Hutabarat, menambahkan: “Sudah lebih dari Rp15 miliar terkumpul, tapi kebutuhan di lapangan jauh lebih besar. Bahkan sekadar membagikan informasi bisa menjadi kontribusi penting. Yang kami harapkan hanya satu: jangan biarkan isu ini menghilang begitu saja.”
Konser ini terbuka untuk publik. Kehadiran penonton, donasi, serta penyebaran informasi melalui media sosial sangat membantu memperluas jangkauan bantuan.
Namun, publik tak harus hadir secara fisik untuk membantu. Melalui inisiatif “Share to Care”, panitia mengajak masyarakat untuk mengunggah poster acara di media sosial pribadi, membagikan link donasi, atau memposting video ajakan para musisi.
Untuk mereka yang datang langsung, area venue juga menyediakan beberapa QR link untuk berdonasi, booth informasi, serta layar yang menampilkan real-time update dukungan publik.
Adapun di lapangan, proses penyaluran bantuan terus dilakukan secara bertahap. Irma Hutabarat, pada 11 Desember pekan lalu telah tiba di Silangit, Sumatera Utara untuk meninjau langsung daerah terdampak.
“Tim akan berangkat dari Tarutung untuk menyalurkan bantuan 65 unit mesin penyuling air minum serta sembako untuk 1.000 keluarga korban banjir di Tapanuli Utara,” tutur Irma melalui pesan lapangan.
Setelah Tapanuli Utara, rombongan akan bergerak menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga untuk membantu warga yang juga terdampak banjir. Kondisi cuaca dan akses masih menjadi tantangan, dengan hujan deras serta jalanan yang berlumpur dan licin.